Quality Assurance vs Quality Control, Sangat Mendasar Tetapi Sering Rancu

Quality Assurance vs Quality Control – Perdebatan mengenai perbedaan antara Quality Assurance dengan Quality Control masih terus berlangsung dan masih banyak kerancuan-kerancuan yang terjadi. Mengapa demikian?.

Dalam tulisan Quality Assurance vs Quality Control ini akan dicoba disimak dan dianalisa apa penyebab dari adanya perdebatan dan kerancuan yang berkepanjangan tersebut. Pembahasan mengenai quality assurance dan quality control di sini secara spesifik hanya terbatas pada IT quality assurance dan IT quality control.




Kerancuan Quality Assurance vs Quality Control tersebut terjadi sebetulnya akibat adanya ketidaksabaran dari manajemen. Maksudnya?.

Yang menganggap bahwa quality issue dapat diselesaikan dengan menerapkan pemeriksaan kualitas suatu produk secara langsung pada produk itu sendiri adalah contoh dari ketidaksabaran.

Penyelesaian quality issue dengan cara memeriksa secara langsung kualitas dari produk yang dihasilkan hanyalah merupakan solusi sementara atau jangka pendek dan pendekatan ini menunjukkan bahwa manajemen tidak mau bersabar dan tidak berfikir panjang. Apa maksudnya?.

Jika ingin menyelesaikan quality issue secara permanent dan untuk jangka panjang, maka yang perlu dilakukan tidak hanya berfokus pada produk yang dihasilkan saja, tetapi yang lebih penting adalah review dan perbaikan terhadap proses yang ada untuk menghasilkan suatu produk yang berkualitas dan pendekatan ini menunjukkan bahwa manajemen mau bersabar dan berfikir panjang.

Quality issue dapat diselesaikan secara permanen dan untuk jangka panjang adalah dengan cara menerapkan konsep quality assurance secara benar. Bagaimana caranya menerapkan quality assurance secara benar?.

Kabanyakan orang menganggap bahwa solusi terhadap suatu quality issue adalah dengan langsung memeriksa kualitas dari produk yang dihasilkan, cara tersebut adalah cara yang tambal sulam dan hanya solusi untuk jangka pendek saja. Solusi yang komprehensif dan jangka panjang adalah dengan melakukan implementasi quality assurance dan quality control secara benar.

Jadi apa inti dari Quality Assurance vs Quality Control?. Quality assurance fokus pada proses untuk menghasilkan produk, cenderung dimaksudkan untuk defect prevention. Sedangkan quality control fokus pada produk yang dihasilkan dan cenderung untuk defect detection.

Di dalam organisasi IT yang dipimpin oleh manajemen yang maunya serba cepat atau instant biasanya tidak atau kurang setuju dengan konsep IT quality assurance yang sebenarnya.

Mereka biasanya lebih percaya bahwa yang namanya quality assurance adalah terjun langsung memeriksa produk yang dihasilkan, karena mereka menganggap bahwa hanya dengan cara itulah kualitas suatu produk dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.

Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Yang paling tepat dalam rangka mempertahankan atau meningkatkan qualitas suatu produk adalah dengan cara menciptakan sistem atau proses yang optimal yang tujuannya tidak hanya jangka pendek saja tetapi juga untuk jangka panjang.

Seperti disebutkan di atas bahwa quality assurance fokus pada proses untuk menghasilkan produk, maka dengan cara menerapkan quality assurance secara benar, diharapkan kualitas suatu produk dapat dicapai dengan baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.

Cara menerapkan quality assurance secara benar adalah dengan mendefinisikan proses, mengembangkan proses dan menerapkan proses untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Mengapa usaha untuk meningkatkan kualitas tidak dapat secara langsung dilakukan dengan cara memeriksa produk yang dihasilkan tetapi malah diarahkan dengan cara mendefinisikan proses untuk menghasilkan suatu produk?.

Kadang-kadang salah pengertian tentang Quality Assurance vs Quality Control disalahgunakan baik disadari ataupun tidak.

Contohnya dalam area pengembangan aplikasi, karena ada salah pengertian tentang fungsi ITQA, unit kerja ITQA ditugaskan untuk memastikan kualitas sistem aplikasi yang akan masuk ke produksi dengan cara diminta untuk melakukan review aplikasi tersebut, dengan segala macam cara unit kerja tersebut bekerja keras berusaha memastikan kualitas dari aplikasi tersebut. Hal tersebut tidak akan pernah efektif, karena sebetulnya yang bertanggungjawab terhadap kualitas suatu produk adalah si pembuat produk tersebut.

Usaha ITQA untuk melakukan review terhadap kualitas aplikasi, berdasarkan pengalaman sangat-sangat tidak efektif, mengapa?. Karena dapat dibayangkan bagaimana ada orang lain selain si pembuat program aplikasi yang berusaha untuk melakukan pemeriksaan kualitas program, padahal seperti diketahui seorang programmer akan selalu mengerahkan usaha dan upayanya untuk memastikan bahwa kualitas program yang dibuatnya memenuhi harapan sehingga keterkaitan “emosional” antara program dengan programmernya sangat erat, bagaimana mungkin petugas ITQA dapat menyaingi programmer dalam hal keterkaitan “emosional” dengan program yang dibuat?. Seorang programmer akan mengetahui dengan pasti seluk-beluk sampai ke yang rinci dari program yang dibuatnya, tetapi petugas ITQA pasti tidak akan mampu menyaingi si programmer. Jika diinginkan, akan dengan mudahnya seorang programmer mengganti titik dengan koma atau sebaliknya dari suatu program, dan petugas ITQA kemungkinan besar tidak akan dapat melacaknya. Itulah sebabnya usaha untuk membentuk ITQA yang secara langsung memeriksa/memastikan kualitas suatu produk tidak akan pernah efektif, karena sebetulnya yang bertanggungjawab terhadap kualitas suatu produk adalah si pembuat produk tersebut.

Seperti diketahui bahwa ITQA secara tidak langsung betanggung jawab terhadap kualitas suatu produk. Bagaimana bentuk tanggung jawab dari ITQA terhadap kualitas suatu produk?. Bentuk tanggung jawab ITQA terhadap kualitas dari suatu produk adalah melalui cara implementasi proses yang dirancang oleh ITQA yang harus dipatuhi oleh pelaksana proses IT, semakin tinggi tingkat kepatuhan yang diberikan maka semakin tinggi pula efektifitas implementasi ITQA pada organisasi IT yang bersangkutan. Karena diyakini bahwa proses yang baik dan dipatuhi akan menyebabkan dihasilkannya produk yang berkualitas.

Langkah pertama atau tugas pertama dan utama dari IT Quality Assurance adalah melakukan identifikasi proses (policy, standard, prosedur, pedoman) yang ada, kemudian mengelola dan mengontrolnya. Dengan cara QA “menguasai” seluruh policy, standard, prosedur dan pedoman yang ada, maka secara sendirinya QA akan dapat mengendalikan/mengontrol proses yang ada sehingga pada akhirnya QA akan menjadi “center of excellence” dari proses IT yang ada, kondisi ini akan ditandai dengan adanya ketergantungan unit lain di IT kepada QA, misalnya dalam hal meminta rekomendasi atau konsultasi jika ada proses yang belum belum jelas atau belum teridentifikasi. Dengan semakin tingginya existensi QA terkait identifikasi dan pendefinisian proses di IT maka artinya semakin optimal implementasi QA di organisasi IT yang bersangkutan.

Untuk selengkapnya dapat disimak artikel tentang pengalaman membangun IT Quality Assurance.

Demikian kira-kira pembahasan sepintas mengenai perbedaan antara Quality Assurance dan Quality Control. Jika ingin melihat secara singkat mengenai perbedaan kedua konsep tersebut, silakan simak artikel QA vs QC.

Silakan kunjungi IT Governance Online untuk melihat dan menyimak pembahasan yang lebih lengkap terkait Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Baca Juga

Perbedaan dan Persamaan IT Quality Assurance dengan IT Security
Implementasi IT Quality Assurance Yang Efektif
Quality Assurance vs Quality Control, Sangat Mendasar Tetapi Sering Rancu
Apa itu IT Quality Assurance
Apa tugas IT Quality Assurance?
Membangun IT Quality Assurance
IT Quality Assurance
Kerancuan di Dunia IT
IT Governance Framework
Artikel Yang Paling Banyak Dikunjungi

Leave a Reply