Penggunaan Komputer Jaman Dulu dan Sekarang

Jika menyimak dan membandingkan apa yang diajarkan dan dipelajari di lembaga pendidikan komputer di akhir tahun 70-an dengan perkembangan dunia komputer atau TI saat ini, sangat menarik.

Apa yang menarik?. Apa yang diajarkan di lembaga pendidikan komputer pada saat itu adalah pelajaran yang tidak secara langsung terkait dengan penggunaan komputer secara praktis saat ini. Pelajaran-pelajaran yang diberikan pada saat tersebut relatif pelajaran yang sudah mapan keberadaannya.




Pelajaran-pelajaran tersebut antara lain seperti programming, system design, struktur data, metoda simulasi, sort and search (untuk mata kuliah ini saja bisa sampai dua semester), analisa numerik, teori graph dan sebagainya yang tentu saja mata pelajaran tersebut sebetulnya merupakan pelajaran yang sangat penting dan tentu terkait dengan ilmu komputer, tetapi bagaimana hubungannya secara langsung pelajaran tersebut dengan issue-issue yang ada di dalam Manajemen TI terutama saat ini?, jika secara langsung hampir tidak ada, kecuali untuk mata pelajaran programing dan system design.

Mengapa demikian?, bukankah mata-kuliah tersebut sangat penting?. Issue yang paling besar dari manajemen TI saat ini adalah bagaimana TI yang ada terbebas dari serangan-serangan, misalnya virus dan sebagainya. Jadi issue yang cukup besar di dalam manajemen TI saat ini adalah security.

Seandainya manajemen TI saat ini tidak disibukkan dengan urusan security seperti kondisi di era penggunaan komputer sebelum tahun 80-an, boleh jadi waktu yang ada dapat difokuskan lebih besar pada area pengembangan sistem dan aplikasi secara lebih sistematis dengan menggunakan ilmu-ilmu komputer “idealis” yang dipelajari di akhir tahun 70-an tersebut, tetapi yang terjadi saat ini manajemen TI sangat disibukkan untuk memastikan bahwa sistem TI yang ada menjadi lebih aman.

Masalah terbesar saat ini yang dihadapi oleh IT adalah masalah security. Seandainya penggunaan komputer saat ini tidak disibukkan oleh issue tentang security, kemungkinan fokus perhatian dalam penggunaan komputer bisa lebih diarahkan pada hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan dan peningkatan kualitas penggunaan IT.

Pada saat sebelum munculnya penggunaan PC atau protokol TCP/IP, pendidikan dan penggunaan komputer saat itu boleh dikatakan situasinya penuh dengan kemapanan dan kepastian, belum ada ancaman atau risiko yang dirasakan significant, semuanya dapat dikendalikan secara baik. Tetapi sejak digunakannya PC dan atau ptotokol TCP/IP maka kondisinya berubah menjadi “ketidak-mapanan” dan “ketidak-pastian”, banyak sekali improvisasi yang dilakukan.

Ciri-ciri penggunaan komputer jaman dulu adalah sangat konsevatif, berbeda dengan saat ini yang cenderung agresif dan kontemporer. Dapat dilihat dari istilah-istilah yang digunakan, jaman dulu lebih banyak digunakan istilah-istilah formal dan terkesan konservatif sedangkan saat ini lebih banyak digunakan istilah-istilah non-formal yang sering digunakan anak-anak muda. Contohnya, jaman dulu vs jaman sekarang: dari istilah kecil seperti log-on vs log-in, log-off vs log-out, re-ipl vs re-boot, PTF (program temporary fix) vs patches, dan banyak ¬†lagi….

Penggunaan istilah non-formal kemungkinan untuk menghilangkan kesan bahwa penggunaan komputer pada jaman dulu yang penuh dengan hal-hal yang formal dan penuh keseriusan menjadi sesuatu yang non-formal dan fun. Tetapi ironisnya pada jaman dulu meskipun penuh dengan hal-hal yang formal dan serius tetapi sistem dalam kondisi aman, sedangkan penggunaan komputer pada jaman sekarang cenderung non-formal dan fun tetapi banyak masalah keamanan.

Adakah cara lain yang lebih meyakinkan agar sistem TI betul-betul terbebas dari ancaman serangan yang ada secara sendirinya, artinya tanpa manajemen TI harus campur tangan dan susah payah mengelola securitynya.

Kondisi seperti yang diidamkan tersebut pernah terjadi di era sebelum munculnya PC dan protokol TCP/IP, yaitu di era kejayaan komputer mainframe. Jadi sebetulnya siapa yang paling ahli di dalam security?, kurang-lebih jawabannya adalah IBM, si raja mainframe.

Tetapi anehnya, di dunia para ahli security, existensi IBM sebagai yang memiliki komitmen serius dengan security baru diakui satu atau dua tahun terakhir ini. Dengan diakuinya IBM sebagai yang memiliki komitmen serius terhadap security, ada harapan yang dibebankan pada IBM untuk dapat membuat terobosan yang nyata di dalam dunia information security.

Komitmen IBM pada security ditandai dengan dibentuknya divisi baru di IBM yaitu “IBM Security Systems Division” yang mengkhususkan diri pada urusan security. Tetapi kelihatannya yang dilakukan oleh IBM bukannya membuat terobosan misalnya dengan membuat jawaban terhadap kerentanan TCP/IP, tetapi yang dilakukan malah IBM terjerumus mengikuti irama yang dimainkan oleh “generasi” TCP/IP tersebut (-*).

Silakan kunjungi IT Governance Online untuk melihat dan menyimak pembahasan yang lebih lengkap terkait Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Leave a Reply