Management Teknologi Informasi

Sejak awal mulai digunakannya komputer sebagai alat bantu dalam melakukan proses bisnis, maka mulai saat itu pula muncul kebutuhan akan adanya pedoman manajemen penggunaan komputer yang memadai.

Manajemen penggunaan komputer tersebut sejak saat itu sampai dengan saat ini mengalami proses evolusi yang cukup panjang dan bervariasi.



Mulai dari istilah Pengolahan Data, Pengelolaan Data, Manajemen Teknologi Informasi sampai ke Manajemen Teknologi Informasi dan Komunikasi, di mana pada awalnya area yang tercakup dalam ruang lingkup manajemen tersebut sama, yakni disekitar area manajemen operasi, manajemen pengembangan aplikasi dan manajemen sistem operasi.

Beberapa waktu kemudian untuk melengkapi ketiga manajemen utama tersebut muncul manajemen area lain, seperti manajemen komunikasi data, manajemen keamanan sistem, manajemen penanganan masalah, manajemen unjuk kerja, manajemen kapasitas, manajemen pengguna akhir dan sebagainya.

Pada saat awal munculnya manajemen teknologi informasi tersebut, pada dasarnya framework yang digunakan tidak rumit, benar-benar sederhana tetapi mencapai sasaran.

Dengan berjalannya waktu, bermunculanlah berbagai macam bentuk framework yang terkait dengan manajemen teknologi informasi, baik yang sasarannya menyeluruh seperti COBIT maupun yang spesifik seperti ISO 27001.

Framework atau metodologi yang bemunculan tersebut antara lain adalah:

1965: System Development Life Cycle (SDLC)

1980: IBM Systems Management (1982 : IBM publication “A Management System for Information Systems” ?)

1980: ITIL

1995: BS 7799

1996: COBIT

2000: ISO 17799

2005: ISO 27000

2005: AS8015-2005 Australian Standard for Corporate Governance of Information and Communication Technology. AS8015 was adopted as ISO/IEC 38500 in May 2008

2007: ISO/IEC 29382 Corporate Governance of Information and Communication Technology, was first published early in 2007 as a fast track candidate from the existing Australian standard AS8015. It was officially re-named ISO/IEC 38500 in 2008.

2008: ISO/IEC 38500:2008Corporate governance of information technology.

Dengan banyaknya metodologi atau framework tersebut, maka kita harus bijaksana dan selektif dalam memilih framework yang ada tersebut.

Di dalam implementasi dari framework tersebut, ada perusahaan yang memilih salah satu dari framework yang ada secara utuh, ada pula perusahaan yang mengambil yang sesuai dan cocok dari beberapa framework yang ada (mix and match) kemudian dari hasil mix and match tersebut  ditentukanlah framework IT Manajemen atau IT Governance yang sesuai dengan kondisi lokal perusahaan.

Cara mix and match tersebut banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti IBM, HP dan Microsoft. Memang sebenarnya yang baik adalah dengan cara melakukan mix and match tersebut.

Mengapa cara mix and match adalah yang paling tepat?. Karena jika kita hanya mengacu pada salah satu framework saja, maka kemungkinan kita akan menjadi korban adanya perubahan yang selalu terjadi terus menerus terhadap framework tersebut.

Dari uraian tersbut dapat diambil kesimpulan bahwa prinsip dari Manajemen IT adalah menyerang dari segala arah dengan menggunakan berbagai framework yang ada.

Meskipun framework tersebut dibuat oleh team yang lengkap dan besar serta dilakukan review dan update secara berkesinambungan, tetapi karena framework tersebut bukan merupakan ilmu pasti tetapi pada dasarnya adalah termasuk ilmu sosial, sehingga sebetulnya tidak ada yang dapat menjamin akurasi, efektifitas dan kebenaran dari framework yang ada tersebut.

Yang penting dan perlu dilakukan dalam menyikapi banyaknya framework yang ada, adalah percayai tetapi tidak seratus persen bergantung secara membabibuta terhadap framework yang ada tersebut.

Silakan kunjungi IT Governance Online untuk melihat dan menyimak pembahasan yang lebih lengkap terkait Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Leave a Reply